Siapa Pemenang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta?

Pilkada seperti sebuah permainan, ada yang menang ada juga yang kalah. Bagi yang menang tidak boleh sombong karena tantangan pembangunan kedepan semakin sulit dan penuh tantangan. Bagi yang kalah harus bisa menjaga hati dan terus ikut serta dalam membangun DKI jakarta. Pada pilkada tahun ini DKI jakarta menjadi sangat menarik. Itu karena Pemilihan gubernur DKI Jakarta diikuti oleh salah seorang non muslim. Banyak sekali pro kontra mengenai ahok dan yang paling menjadi sorotan adalah tuduhan penistaan agama. Untuk penistaan agama lebih baik kita serahkan ke hukum untuk melihat apakah ahok bersalah atau tidak. Untuk bisa melihat siapa yang menang dan menjadi gubernur ada beberapa hal yang wajib kita lihat diantara dibawah ini.

Program Yang akan dijalankan

Masyarakat DKI adalah masyarakat yang cerdas. Jadi dengan memiliki program yang jelas dan baik maka akan ada banyak sekali suara yang didapatkan. Pada pilkada DKI tahap pertama kita dapat melihat pasangan yang tersingkir adalah pasangan yang memiliki program kurang nyata. Tetapi pasangan yang memiliki program yang baik dan jelas terbukti bertahan. Masyarakat jakarta juga sudah bisa melihat realita apa yang dibutuhkan oleh kota yang mereka tingali.

Dari 2 calon yang lolos pilkada DKI putaran kedua maka calon yang memiliki program paling jelas adalah ahok-djarot. Pasangan ini adalah pasangan incumbent jadi mereka sudah mengerti apa saja masalah yang dihadapi oleh kota jakarta. Hal tersebut bisa anda lihat dari program yang mereka buat sangat realistis dan tidak dipaksakan. Keuntungan lain dari pasangan ahok adalah karena masyarakat sudah bisa merasakan beberapa program yang telah dia lakukan selama menjalani sebagai gubernur. Program yang dibuat lebih banyak untuk melanjutkan program sebelumnya.

Pemilihan gubernur DKI Jakarta Sindonews semakin menarik karena pasangan anies sandi juga memiliki program yang baik. Program yang dicanangkan mulai dari rumah murah hingga masalah mengatasi banjir. Dukungan dana yang kuat dari sandiaga uno juga membuat pasangan ini bisa melakukan kampanye dengan baik tanpa harus memikirkan biaya kampanye. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah rumah murah untuk rakyat dimana anies pernah berkata jika untuk memiliki rumah di Jakarta warga miskin tidak harus membayar uang muka. Padahal banyak sekali pihak yang mengatakan jika program tersebut sangat sulit untuk dilakukan.Pemilihan gubernur DKI Jakarta

Bisa menarik suara dari pemilih pasif

Ada banyak sekali pemilih suara pasif di jakarta. Pemilih dengan model ini lebih banyak diam dan akan menentukan pilihannya secara mendadak. Untuk bisa mendapatkan suara dari kalangan ini harus bisa melakukan pendekatan khusus misal dengan memberi sebuah solusi nyata. Jika suara dari kalangan pasif sudah bisa didapatkan maka semua cara yang akan dilakukan oleh pasangan lain akan percuma karena kalangan pasif akan setia dalam memilih pemimpin.

Kekuatan dari tokoh nasional pendukung juga sangat dibutuhkan. Pasangan ahok akan sangat mengandalkan tokoh seperti megawati, jika jokowi mau berkampaye maka itu adalah sebuah hal yang sangat menguntungkan. Itu karena pendukung jokowi juga sangat banyak. Begitu pula dengan pasangan anies dimana akan lebih banyak mengandalkan prabowo. Tokoh yang satu ini memang lantang dan menjadi salah satu tokoh penentu dalam Pemilihan gubernur DKI Jakarta. Ada kemungkinan jika pasangan anies akan dukung oleh SBY. Anda dapat mengkitu liputan Pemilihan gubernur DKI Jakarta Sindonews secara lengkap di halaman website resminya. Sangat menarik bukan pilkada DKI ini, yang menang pastiya adalah yang terbaik untuk DKI.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail